Saturday, May 30, 2009

Tersadar…

Hari ini, seorang sahabat memberi nasihat yang begitu indah kepadaku, dia katakan padaku,

Fashbir Shobran Jamila… Bersabarlah dengan kesabaran yang baik, maka ALLAH akan mengkaruniakan keindahan-keindahan lain yang tak pernah terbesit oleh hati-hati kita.

Jika lelah menyergap sekujur hati dan raga, hanya ALLAH lah tempat peraduan kita, tempat sumber energi kita, tempat yang memberi sejuta hikmah, yang seringkali memberi sketsa yang tidak sesuai dengan apa yang kita ingini, tapi lebih dari itu… Dia Maha Tahu apa yang kita butuhkan, insyaALLAH …

Jalan perjuangan masih diberikanNya untuk kita, untuk menaklukan dunia, hingga bukan kita yang takluk akan dunia.

Semangaaat!!!”


*Alhamdulillahirabbil’alamiin ya ALLAH, Engkau berikan aku seorang sahabat seperti dia…
Kenapa baru sekarang aku sadar kalau aku sudah menyia-nyiakan hidup yang Engkau berikan padaku untuk orang zalim seperti manusia itu? Apa yang aku harapkan? Apa yang aku inginkan? Mengapa aku baru sadar, apa yang aku kejar itu hanya semu semata… astagfirullahal’azim… aku sengaja melupakan bahwa kebahagiaan abadi hanya dari-Mu, hanya milik-Mu ya Rabb…

Lantas, nikmatNya yang manakah yang kan ku dustakan? Bila ku bernafas dengan udaraNya? Astagfirullah… astagfirullah… sungguh, aku terlalu zalim terhadap diriku sendiri… astagfirullah…

Sepertinya memang aku harus bangkit, sebangkit-bangitnya aku. Seberapa pun letih jiwa ini dan perih yang kurasakan ini tak lebih hanya karena aku sendiri yang mencari itu… aku sadar satu hal, Engkau memberiku sakit yang begitu menghujam hati ini karena Engkau marah padaku, karena aku telah menduakan Engkau dengan seorang manusia yang sungguh bukan siapa-siapa. Sungguh bahagia rasanya aku jika mengingat hal ini. Bukan kah itu tandanya Engkau menyayangiku? Masih peduli padaku? rasanya aku tak menyesal sedikit pun Engkau terus menguji kesabaranku. Alhamdulillah aku masih selalu diuji… Alhamdulillah….
Sungguh, aku tak pernah sedikit pun meragukan janji-Mu, Allahu ya Rabb…

Dia sungguh sumber penyakit untuk jiwa ku… akan ku obati jiwa ku ini dengan membuang jauh si sumber penyakit ini, jauh dari hatiku…

Semoga dapat ku raih cinta-Mu yang hakiki, Ya Rabb… insya ALLAH… bukankah Engkau sudah berjanji, bahwa meskipun hamba-Mu datang pada-Mu dengan segunung dosa tapi tanpa menyekutukan-Mu, Engkau akan menerimanya dan mengabulkan permintaannya?!

Sungguh janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga dan neraka-Mu benar… Ampuni segala dosaku Ya ALLAH, dosa yang sengaja, dosa yang tidak sengaja, dosa yang terlihat dan dosa yang aku tutup-tutupi, serta dosa yang hanya Engkau yang Tahu… Engkau yang Tidak berawal dan berakhir, ampunilah segala dosaku ini… Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang…

Amiiin…

No comments:

Post a Comment

PINDAH

Hello (again), Jakarta! It's nice to see you.. :) Setelah merantau 2.5 tahun di kota pempek, akhirnya saya kembali kota. semoga perma...