seminggu lalu, gw nonton acara di salah satu stasiun televisi swasta. Tema acara itu "aksi unik para caleg"...
Jadi di situ dikumpulin para caleg-caleg yg "gak biasa". Pasalnya, mereka berkampanye dengan macam-macam model. Ada "caleg superhero", "caleg seniman jalanan", "caleg anak jalanan", "caleg james bond", "caleg loper koran" dan bahkan ada caleg yang masang foto di balihonya bersanding dengan monyet. nah loh?!
Kocak aja lho ternyata nonton acara itu..gw masih amaze aja ternyata untuk jadi caleg sebegitunya ya... Emang sebenernya apa sih yang dicari kalo jadi anggota dewan itu? apa status? apa uang? atau idealisme semata?
Kemaren itu acara cuma menghadirkan pengamat politik dari FISIP UI dan dir.pusat kajian politik FISIP UI. Acara kemaren itu bukan acara debat, cuma sekedar tanya jawab ringan. Dari situ aja kita bisa liat, siapa yang benar-benar siap menjadi anggota dewan yang mewakili kita, rakyat biasa.
Bukan menyinggung atau apa, ada salah satu ucapan caleg yang sedikit menggelitik bahwa mencalonkan diri sebagai caleg hanya sekedar "hiburan". Kalah menang ya gak apa-apa karena kata dia, "sengotot apa pun kita, kalo rakyat gak suka, ya gak bisa menang..."
Actually, gw setuju pernyataan dia yang barusan, tapi gw gak setuju dengan pernyataan dia yang bilang kalau menjadi caleg hanya hiburan... Oh, men, ngurusin bangsa kita gak bisa dibilang hiburan loh..itu bicara tanggung jawab yang besar... kalo misalnya dia anggep ini semua cuma sekedar menghibur rakyat, lantas kebijakan apa yang bisa ia tawarkan untuk membawa bangsa ini jadi lebih baik?
Oiya, selain di acara itu gw juga dapet kiriman email dari temen gw, isinya tuh foto-foto spanduk/baliho para caleg dari mana-mana. Kacau-kacau dah… ada yang fotnya bareng harimau, ada pake golok, yang gaya metal, gaya rocker juga ada. Oiya, ada juga caleg yang di balihonya isinya pesen dari dia yang nyuruh kita selalu menggunakan tangan kanan pas makan. Pokoknya kocak-kocak dah… mantap laaaah pemilu kali ini… ngebuat para caleg kreatif banget bikin yang beda dari pesaingnya…
Baliho-baliho, poster, flayer atau apa pun itu, pasti makan biaya yang gak sedikit kan? Belum nanti pas kampanye… beuh, banyak banget pengeluaran pasti tuh… kalo kalah trus bayar semua itu pake apa bos?? Kalo menang, trus yakin gak tuh bakal menuhin janji-janji manis pas kampanye? Yakin gak buat balik modal tu duit?
Barangkali emang bener kalo ada pernyataan “publikasi yang kayak gitu terlihat membodoh-bodohi rakyat”. Apalagi sekarang mekanisme pemilihan udah gak kayak dulu lagi. Dengan 38 partai bisa dibayagin kan berapa banyak muka yang kepampang di jalan-jalan? Sekarang, hampir di semua sudut kita ngeliat poster-poster caleg-caleg dimana-mana, di sepanjang jalan, di pohon-pohon, di tembok-tembok yang nganggur dikit, warung-warung pinggir jalan yang gak ada hiasannya, di pintu-pintu atau jendela-jendela di angkot, metromini, kopaja, bahkan di tiang listrik! Pokoknya gak bisa liat ada space kosong dikit aja, di hajar… ckck..jadi kotor banget gak sih sekarang ini? Kebanyakan gambar orang yang gede-gede begitu…ampuuuuuuunnnn daah…
Tapi, sebenernya ada segi positifnya sih, sekarang ini dengan latar belakang apa pun bisa calonin diri jadi seorang wakil rakyat. Dari acara semalem nunjukkin kalo seorang anak jalanan, pengamen, loper koran udah bisa jadi seorang wakil rakyat. Benar-benar menunjukkan suatu proses yang demokratis sekali bukan?? Semoga arti demokrasi sekarang ini gak bergeser…
Tapi gak apa-apa kan kita khawatir kalau orang-orang yang bisa dibilang minim pengalaman dalam dunia politik terjun menjadi anggota dewan? Takut-takutnya nanti mereka lebih berorientasi mewakili golongan mereka sendiri atau bahkan malah jadi “boneka” oleh orang-orang yang punya kekuasaan lebih.
Yah we’ll see lah gimana pemilu bulan depan. Apa nantinya orang-orang seperti mereka-mereka itu yang “unik” bisa dipilih rakyat untuk memegang amanah rakyat? Apakah mereka bisa membawa perubahan untuk rakyatnya??! That’s still a big question for us…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
PINDAH
Hello (again), Jakarta! It's nice to see you.. :) Setelah merantau 2.5 tahun di kota pempek, akhirnya saya kembali kota. semoga perma...
-
Untuk pasangan suami istri yang sedang menanti-nanti kehadiran buah hati, pasti senengnya bukan main kalo udah liat kalender ternyata udah t...
-
Untuk siapa saja yang mau membaca ini… Coba renungkan lagi, tak ada rencana, bahkan tak pernah terfikir untuk memulainya. Saat sadar, telah ...
-
Happy New Year, everyone! New day, new hope, new spirit! New Resolutions?? Hmm.. I don't think so.. hehe.. Yes, it's alre...
No comments:
Post a Comment