Monday, October 1, 2012

Asal Usul

Iseng liat postingan awal-awal dibuat blog ini.. Ketemu banyak hal yang bikin senyum-senyum sendiri..
Ternyata saya pun masuk ke kategori remaja galau waktu dulu.. hahaha..
Jadi, ceritanya ini blog emang didedikasiin buat si dia, entah sekedar ungkapan kecewa, sedih atau lainnya. Yang pastinya sebelum berubah haluan, blog ini nuansanya sendu banget. 
Kalo kata orang, waktu akan menyembuhkan luka, saya rasa gak salah... Toh buktinya saya sudah lupa rasa-rasa sedih, terluka, kecewa karena satu kata yang terdiri dari 5 huruf itu. 

Buat kamu yang jadi tokoh utama di postingan blog ini waktu tahun 2009 lalu, terima kasih telah menjadi bagian yang istimewa dalam hidup saya dulu hingga saat ini. Iya, itu kamu! :)

Monday, August 27, 2012

Dear you,


Dimanakah kau, kawan?
Sahabat sepermainan..
Dulu, kita pernah menamakannya “kawanan ubur-ubur”.
Kamu,
Yang selalu piawai menggambar
Ubur-ubur berkacamata,
Ubur-ubur berjilbab,
Ubur-ubur berambut panjang,
Ubur-ubur berponi,
Ah, aku rindu sekali.
Tidakkah sedikit kau ingat,
satu saja kenangan di masa-masa putih abu-abu kita?
Kamu, 
sahabat terbaik, 
guru terbaik, 
pendengar terbaik cerita,
Peredam emosi,
Penengah dalam perselisihan yang seringkali karena masalah sepele.
Ah, kamu yang sangat dewasa di antara kita semua..
Wawasanmu tentang dunia membuat kita, terutama aku, terkagum-kagum.
Apalagi puisi-puisimu itu..
Tak pernah aku lupa,
Saat aku dan yang lain memilih majalah remaja untuk bacaan, kamu memilih majalah berita.
Saat aku dan yang lain sibuk membahas artis hollywood, kamu memilih untuk berdiskusi tentang perpolitikan negeri ini.
Sahabat,
Kamu sangat berarti untuk kami
Dulu, begitu pula saat ini
Tidak pernah sekalipun kami alpa membahas kamu di sela-sela perbincangan kami.
Bahkan hingga kemarin.
Dunia mungkin boleh berubah.
Kamu pun mungkin boleh berubah.
Tapi tidak kami.
Tapi tidak aku.
Maukah kamu mengulang,
Atau sekedar bernostalgia kenangan kita bersama dulu?
Semoga tulisan cengeng ini terbaca olehmu, sahabat.


Thursday, August 9, 2012

Kosong

Menatap layar, terpaku.
Terdiam. Kosong. 
Mencari makna dalam arti.
Ada tapi seperti tiada.
Tak dianggap atau tidak dibutuhkan?

Thursday, June 28, 2012

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan

Sudah hampir genap 3 minggu saya bekerja di kantor baru. Di tempat yang benar-benar baru, ibukota Sumatera Selatan. Yes, I've moved to this town in order to cut the distance between me and my husband.
 
Kerasankah saya disini? Saya belum bisa bilang begitu..

Dulu, pertama kali masuk ke kantor pertama, penerimaan disana sangat welcome. Gak perlu nunggu seminggu unutk dikasih kerjaan, lusanya sudah disuruh bantu untuk buat laporan dan sebagainya. Suasana nyaman dan pimpinan disana menyenangkan. Eh, bukan berarti disini pemimpinnya gak menyenangkan loh.. So far sih mereka baik-baik aja, welcome dan memperhatikan. Cuma satu yang gak baik, sampe saat ini gw gak jelas ditaro di bagian apa, bertanggungjawab sama apa, dan seterusnya...

Baiklah, saya tidak akan membanding-bandingkan kantor ini dengan kantor lama. Tapi saya hanya ingin share aja, kalo saya agaknya sedih ketika tau di bagian mana saya akan ditempatkan. Awalnya mau di unit kerja A. Ah saya tertarik sekali mengerjakan sesuatu yang beda dai yang lama. Apalagi unit kerja itu bisa dibilang kompasnya instansi. Tapi ternyata gak jadi, tapi ditempatin di bagian B. Yah gapapa sih.. di kantor yang lama juga gitu. Tapi yang mau digarisbawahin itu adalah mereka bawa-bawa gelar ke dalam penentuan pantas atau tidaknya seseorang ditempatin. Gak ada yang salah sih, yang salah adalah pernyataan ini: "Westi kan S.Sos, cocoknya di B aja, ga bisa dia di A.. nanti kan ada yang datang anak SE, baru ditempatin di A." Padahal ya, kawan yang S.Sos disini ditempatinnya juga gak di B kok. FYI ya, di unit B ini malah gak butuh tambah pegawai, yang butuh di A, katanya..

Ah sudahlah.. lagi-lagi masalah jurusan, jadi gak dianggap gak kredibel nanganin isu strategis macam program. Belum apa-apa udah diragukan gak mampu, macam mana ini.. huhu.. Sayang sekali ya..

Sunday, January 15, 2012

Perempuan itu...

Pertemuan singkat minggu lalu itu masih jelas teringat diingatanku.

Siang itu, di depan loket pengambilan obat bagi pasien peserta jaminan di Rumah Sakit Umum Pusat, saya melihat sesosok perempuan berjilbab panjang dan berkacamata. Tidak ada yang salah dengan penampilannya sampai saya melihat dari dekat kalau mata putihnya itu berwarna agak kekuningan dan kulit wajahnya menghitam, tidak seperti kulit punggung tangannya.

Entah kenapa dari pertama kali saya melihatnya, saya berpikir ada yang berbeda dengannya. Tapi yasudahlah, memang disini tempat berkumpulnya manusia-manusia tidak sehat dari segala penjuru negeri.

Namun secara kebetulan, perempuan itu duduk di sebelahku menggantikan orang sebelumnya. Seperti biasa, saya jarang menyapa orang disebelah saya untuk sekedar basa basi. Tetapi tidak dia. Dia menyapaku lebih dahulu.

Pembicaraan kami pun terus berlanjut mengenai banyak hal. Akhirnya tergoda untukku untuk bertanya penyakit apa yang ia derita. Dengan singkat dan jelas dia menjawab, Lupus. Saya pernah membaca tentang penyakit ini di internet, majalah atau sebagainya. Kebanyakan dari penderita penyakit ini tidak bertahan lama. Tapi tidak dia. Dia sudah mengidap penyakit ini kurang lebih 8 tahun. Masa yang cukup lama untuk mengemban penyakit yang terdengar sangat berat.

Anehnya, selain dari warna kulitnya yang menghitam itu dan matanya berwarna kuning itu, dia tidak tampak seperti orang yang telah menjalani operasi organ berkali-kali. Dia tetap bisa berjalan dengan tegap, datang ke rumah sakit itu sendirian dari domisilinya di Bekasi. Salut.

Menyenangkan sekali berbincang dengan perempuan ini. Semakin jauh perbincangan saya dengan dia, semakin saya menjadi malu. Betul-betul malu. Dia berjuang bertahun-tahun untuk tetap meneruskan hidup dengan biaya seadanya. Sedangkan saya? Sudah alhamdulillah sehat, tapi lebih banyak menyianyiakan hidup daripada memanfaatkannya.

Ada statement yang paling saya ingat, "Kita kadang ngerasa diri kita yang punya penyakit paling parah di keluarga, tapi kalo udah ke sini, masih banyak yang jauh lebih parah dari kita."

"walaupun dokter bilang apapun, tapi saya tetap percaya ada Allah di sisi saya untuk membuat saya tetap bertahan. Penyakit akan semakin menggerogoti kalau kita nyikapinnya dengan negatif. Pertama memang sulit. Tapi saya berfikir, saya harus tetap hidup. Saya bisa bertahan"

"Saya beberapa kali bertemu dengan orang yang memandang saya seperti penyakit yang harus dihindarin. Tapi saya cuma bisa menghela napas dan berfikir positif kalau orang itu pasti gak tau sebenernya penyakit saya tidak menular seperti flu."

"Tempat ini adalah tempat paling baik untuk bermuhasabah diri, mba.. Kita belajar banyak bersabar dan bersyukur bahwa kita masih lebih baik daripada yang lain"

Penyakit lupus ini, yang saya tahu, perlahan tapi pasti menggerogoti organ dalam tubuh kita. Semacam jam pasir yang terus berjalan menunggu waktu eksekusi bertemu dengan-Nya. Dan pertemuan singkat itu jelas-jelas menampar saya tentang kebiasaan jelek saya yang suka mengeluh dan sering lupa bersyukur. Astagfirullohal'adziim...
Namun perempuan ini sungguh luar biasa di mataku. Salah satu pelajaran tentang hidup yang tidak akan pernah saya temui di bangku sekolah.

Omong-omong, perempuan itu bernama Dwi Ratna. Ingin seklai rasanya bertemu sekali lagi dengannya sekedar untuk berbincang. :)

Thursday, January 5, 2012

I Love You

"‘I love you’ means that I accept you for the person that you are, and that I do not wish to change you into someone else. It means that I will love you and stand by you even through the worst of times. It means loving you even when you’re in a bad mood, or too tired to do the things I want to do. It means loving you when you’re down, not just when you’re fun to be with. ‘I love you’ means that I know your deepest secrets and do not judge you for them, asking in return that you do not judge me for mine. It means that I care enough to fight for what we have and that I love you enough not to let go. It means thinking of you, dreaming of you, wanting and needing you constantly, and hoping you feel the same way for me."

Johnathon Safran Foer (via wordsandlyrics)

Best Friend

What defines a best friend?
What are the requirements to be a good best friend?
How many hours a week does it entail?
Stupid questions that have no answers.
A best friend is not defined by how many times they talk on the phone,
or how many hours they hang out together.
It is not defined by how many sleepovers they gossip at,
or how many inside jokes they have.

There are no requirements or laws that state a good best friend must hang out with them every weekend, or tell each other every little detail.

A best friend is a matter of opinion.
It is the person who has been there for you through everything, not just through the fun things, or the little things.
It is the person that you call when you are at your absolute worst,
it is the person who saves you when you didn’t even notice that you needed saving,
mostly it is the person who accepts you for who you are,
and the person that you are becoming.


(via wordsandlyrics)

Wednesday, January 4, 2012

Sic Transit Gloria Mundi

Pagi tadi, begitu buka komputer, langsung ada notifikasi chatting-an offline dari seorang sahabat. Dia undang gw untuk mampir ke blognya dia....


Dia ini sahabat dari masa-masa seragam putih abu-abu. Dari dulu, yang gw peratiin adalah semua tulisan dia. Oh iya, dari kelas 2 SMP gw udah sekelas sama dia dan duduk sebangku di kelas bahasa inggris. Dulu kebijakan bu guru itu yang pintar duduk sebangku dengan yang oon biar ketularan pinternya. Nah, ketebak lah siapa yang oon. Itu adalah gw. Dulu parah beut ya gw bahasa inggrisnya. Oke, bukan ini yang mau diceritain.. hehe


Jadi, singkat cerita, semua tulisan yang dia buat itu selalu ngebuat gw mengerutkan kening (susah diserap sama otak pas2an gw ini), termasuk blog dia yang baru ini. Dari judulnya aja bikin kerut-kerut kening. Dia nulis "sic transit gloria mundi". Bah bahasa mana pula itu? :p


Ternyata setelah di konfirm itu artinya adalah "Thus passes the glory of the world" atau bisa diartikan "dan demikianlah kejayaan dunia berlalu". Baiklah kawan, tambah satu lagi kosakata aku di dunia persilatan. :D :D :D


Sekian dulu. Saatnya istirahat...

My New Tempelate,,,

Ah tenangnya mata ini ngeliat pemandangan baru di blog ini.. Damai banget rasanya liat secangkir coklat panas dan cookiesnya. Jadi bikin laper.. huah!

Sejujurnya gw bingung mau nulis apa ya.. Secara ini udah lama banget ditinggal.. Macam ketemu mantan pacar yang udah lama gak ketemu, canggung. hehe..

Ada yang bilang, kalo mau nulis itu ya nulis aja, gak usah dipikirin apa yang mesti ditulis. Nanti kalo udah selese nulis, baru deh koreksi dan tentuin tema. Tapi jelas untuk praktekan ilmu itu susah banget rasanya. Bagaimana dengan kalian?

Welcome 2012...

Postingan terakhir itu bulan Maret 2010. Tahun berapa itu teman-teman? 2010! Gw udah ninggalin ni blog 2 tahun lamanya. Banyak hal sudah terlewati yang jelas dalam 2 tahun ini. Tapi gw masih gini-gini aja. Masih jadi pribadi yang begini saja tanpa ada output yang bisa dihighlight di tiap tahunnya. Kasian.


Nah, welcoming 2012 with writting! Nulis apa aja mulai dari sekarang. Dua blog gw yang lain jadi terlantar gak yaaaa.. huehehe....


Damdamdubidudamdam....

PINDAH

Hello (again), Jakarta! It's nice to see you.. :) Setelah merantau 2.5 tahun di kota pempek, akhirnya saya kembali kota. semoga perma...